Memilih Broker Terbaik

Berikut rangkuman bagaimana memilih broker terbaik yang beroperasi di luar negeri:

  • Harus terdaftar di negara besar dengan regulasi CFTC, NFA, ASIC, dan FSA (boleh salah satu).
  • Sudah berdiri minimal 5 tahun.
  • Kantor fisiknya / Kantor pusatnya ada di negara besar.
  • Mempunyai nomor telepon Trading Desk. Nomor telepon ini digunakan untuk melakukan transaksi via telepon bila koneksi internet bermasalah atau ada masalah lainnya
  • Pilih broker Non Dealing Desk (ECN, DMA, STP)
  • Biasanya broker besar hanya menggunakan dua cara untuk deposit dan withdraw, yaitu melalui kartu kredit atau transfer bank. Untuk transfer bank, tidak memperbolehkan transfer melalui pihak ketiga, karena untuk faktor keamanan dan legalitas uang. Transfer langsung ditujukan ke perusahaan pialang yang bersangkutan. Tidak ada pilihan setor atau tarik dana dengan uang virtual, voucher dan titip transfer dengan pihak lain.
  • Menyediakan volume transaksi yang fleksibel mulai dari Micro, Mini hingga Regular (bisa trading dengan 0.01 , 0.1 hingga diatas 1.0 lot). Hal ini untuk memudahkan Anda mengatur manajemen uang.
  • Memperbolehkan segala macam teknik trading, termasuk scalping, dan lain sebagainya.
  • Leverage yang disediakan mulai dari 1:100. Tapi juga jangan terlalu besar seperti 1:1000.
  • Spread harus masuk akal. Jangan tergiur dengan spread tetap yang terlalu rendah, karena spread di pasar uang yang asli pun tidak mungkin tetap. Jika menawarkan spread tetap, cari yang wajar saja, biasanya berkisar 1 – 2 pips paling rendah. Bagaimanapun broker yang normal mengambil keuntungan dari spread. Jika spread terlalu kecil, artinya is bisa bangkrut dan uang Anda yang tersimpan di sana terancam.
  • Jangan memilih broker yang memberikan banyak sekali bonus, seperti bonus deposit 20%, 30%, atau bila deposit $100 dapat bonus $25 atau lainnya. Itu hanya trik marketing dan broker besar yang bonafid tidak pernah obral seperti itu.
  • Menggunakan platform trading Metatrader. Ini supaya gampang kalau nanti Anda ingin pindah broker dan tidak perlu belajar platform trading lain lagi.
  • Mendukung untuk trading otomatis atau robot. Hal ini untuk memudahkan Anda nanti bila ingin trading secara otomatis.

Sekarang tentu Anda sudah mengetahui mana broker forex yang terbaik. Namun, biasanya mereka mensyaratkan deposit uang yang cukup besar. Bagaimana kalau keuangan kita terbatas? Pada prinsipnya, kita sebaiknya menghindari broker bertipe Dealing Desk. Namun, jika duit kita cekak kemungkinan hanya pilihan tersebut yang bisa kita dapatkan.

Saya menyarankan jika Anda baru memulai forex trading, tidak masalah mencoba trading di broker kelas dua. Biasanya di broker seperti itu mudah sekali pendaftarannya. Selama Anda hanya menaruh sedikit uang di broker tersebut, biasanya tidak ada kendala, aman-aman saja. Kalaupun ada masalah, misalnya broker bangkrut, uang yang hilang tidak terlalu besar. Sebagai kisaran, jika uang Anda di bawah 1000 USD kemungkinan masih aman menggunakan broker kelas dua. Di atas nilai tersebut, disarankan menggunakan broker yang lebih baik.

Nah, jika uang Anda sudah berkembang, atau sudah mantap menjadi trader profesional, Anda bisa berpindah ke broker yang lebih baik.