Memilih Broker Forex

Setelah Anda memutuskan untuk mencoba online forex trading, langkah berikutnya adalah menentukan mana broker yang akan Anda gunakan. Sebagai konsumen ritel, tentu saja Anda tidak bisa bertransaksi forex tanpa adanya broker (perantara).

Saat ini ada banyak sekali online forex broker yang beroperasi. Saat ini ada ratusan broker yang beroperasi di berbagai negara, dan jumlahnya terus bertambah. Banyak bukan? Nah, menjadi pertanyaan adalah mana broker yang akan Anda pakai. Karena tidak jarang, ada juga online forex broker yang nakal, misalnya tidak membayar penarikan dana atau melarikan dana nasabah. Jangan sampai Anda bertemu dengan broker seperti ini.

Di halaman selanjutnya terdapat beberapa parameter yang perlu Anda perhatikan dal am memilih online forex broker. Hal ini perlu dilakukan karena tidak saja faktor keamanan, tetapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Dengan parameter-parameter tersebut Anda dapat membandingkan layanan masing-masing broker tersebut sebelum memilih mana yang paling cocok dengan kebutuhan Anda.

1. FAKTOR KEAMANAN

Pastikan bahwa online broker tersebut terdaftar di negaranya masing-masing. Setiap negara hampir pasti memiliki lembaga yang mengurusi institusi seperti broker ini. Misalnya untuk AS, regulatornya adalah NFA (National Futures Association) dan CFTC (Commodities and Futures Trading Commission).

Misalnya untuk broker berbasis di AS, Anda dapat melihat pada website NFA, yaitu di http://www.nfa.futures. org/basicnet. Umumnya orang lebih menyukai broker yang terdaftar di AS karena alasan keamanan. Berdasar pengalaman yang sudah terjadi, banyak terjadi penipuan atau penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh broker yang berasal dari negara tidak jelas. Persyaratan perusahaan sekuritas / pialang di AS (teregulasi NFA,CFTC) mengharuskan memiliki minimum net capital di atas USD S20 juta. Sedangkan di negara lain, hanya membutuhkan persyaratan di bawah itu (biasanya hanya berkisar $100 ribu sampai $1 juta saja). Hal ini dipersepsikan kurang aman.

Negara lain juga memiliki lembaganya masing-masing. Misalnya Inggris memiliki FSA (Financial Services Authority), Australia dengan ASIC (Australian Securities and Investment Commission). Indonesia juga memiliki Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Jadi kalau Anda memilih broker lokal sebaiknya yang terdaftar di Bappebti.

Selain teregulasi, Anda juga perlu memperhatikan rekam jejak broker. Sebaiknya pilih broker yang sudah lama berkecimpung di bidangnya, setidaknya minimal 5 tahun.

2. TIPE BROKER

Ada beberapa macam tipe broker. Perbedaan tipe broker ini sedikit banyak juga akan menentukan keuntungan dan kerugian Anda, dan juga menentukan gaya Anda dalam bertransaksi. Berbagai tipe broker forex online dapat dilihat dari gambar di bawah ini. Secara garis besar, broker dapat dibedakan menjadi dua, yaitu broker Dealing Desk dan Non Dealing Desk.

BROKER DEALING DESK
Adalah broker yang membentuk pasar tersendiri, dengan kondisi yang mereka tentukan sendiri. Broker juga ikut bertransaksi, karena itu broker ini sering disebut dengan Market Maker. Biasanya di dalam broker jenis ini, trader bertransaksi melawan broker, sehingga broker mendapatkan keuntungan dari kekalahan para nasabahnya. Bila nasabah menang, maka profit dibayarkan dari kas broker sendiri (bukan murni didapat dari pasar yang sesungguhnya). Risiko memilih broker jenis ini adalah bila terlalu banyak nasabah yang menang, maka broker bangkrut, dan kemenangan itu bisa tidak dibayarkan ke nasabah.
Sebaiknya Anda menghindari broker dengan tipe seperti ini. Bila terpaksa, gunakan broker Dealing Desk yang legal dan terdaftar oleh pemerintah sebagai perusahaan pialang dan telah bereputasi baik, untuk menghindari risiko gagal bayar.

Broker tipe Dealing Desk terdiri dari 2 jenis:

a. Dealer Besar
Broker jenis ini biasanya telah mempunyai reputasi yang baik dan terdaftar secara legal sebagai perusahaan pialang, seperti teregulasi di NFA, CFTC, FSA, serta bukan terletak di tempat yang terpencil atau tidak jelas.

b. Dealer Kecil atau Unregulated Broker
Broker jenis ini sering disebut sebagai Bucket Shop atau broker kaki lima. Biasanya terdaftar di negara kecil. Tipe broker ini hampir tidak memiliki koneksi sama sekali pada pasar valas. Broker ini sama sekali tidak mengeksekusi transaksi secara riil. Broker in i cenderung mengambil posisi berlawanan dengan trader, sehingga pada prinsipnya Bucket Shop “bertaruh” dengan tradernya. Jadi broker ini akan sangat berbahagia bila tradernya dalam posisi rugi. Broker jenis ini adalah broker yang harus anda hindari, karena mereka berpotensi besar untuk memanipulasi transaksi anda ataupun bertindak curang pada nasabahnya sendiri.

Sekarang banyak sekali broker bertipe Bucket Shop. Biasanya mereka menyasar nasabah di negara berkembang yang tidak terlalu teliti dan sadar masalah keamanan. Bagaimana mendeteksi Broker Bucket Shop?

Berikut adalah beberapa ciri-ciri broker jenis ini:

  • Biasanya terdaftar di negara kecil atau negara yang tidak terlalu dikenal.
  • Tidak berijin regulasi sebagaimana mestinya.
  • Memperbolehkan setor dana melalui pihak ketiga. Biasanya mereka menggunakan layanan uang virtual melalui internet.
  • Pendaftaran yang sangat mudah dan biasanya tanpa verifikasi yang memadai.
  • Ada batasan cara atau teknik trading tertentu (biasanya scalping tidak diperbolehkan).
  • Leverage yang lebih besar dari kebanyakan.
  • Spread atau perbedaan kurs jual dan beli yang kecil bahkan mendekati 0.
  • Banyak promo atau bonus-bonus yang tujuannya mencari nasabah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak nasabahnya, berarti broker Bucket Shop tersebut lebih mudah memutar uang nasabahnya dan untuk menalangi nasabah yang menang.
  • Ada juga yang melakukan kecurangan dalam layanan, misalnya susah menutup order, eksekusi order yang lambat, server yang sering down, manipulasi harga kurs, menghilangkan transaksi profit secara sepihak dengan dalih trading tidak sah, penarikan dana seringkali tertahan atau tidak bisa dilakukan, atau cara-cara lainnya.
  • Seringkali mereka mengklaim diri sebagai broker Non Dealing Desk, padahal kenyataannya bukan.
  • Seringkali mereka mencantumkan berbagai award dari lembaga rating atau media sebagai broker terbaik atau semacamnya. Cekkembali kredibilitas media atau lembaga rating tersebut. Biasanya lembaga itu juga tidak jelas, dan bahkan award itu juga bikinan alias palsu.

BROKER NON DEALING DESK
Broker jenis ini tidak ikut bertransaksi, order nasabah diteruskan langsung kepada pasar, lembaga keuangan, bank-bank besar, ataupun kepada broker lain. Broker jenis Non Dealing Desk sangat cocok digunakan untuk para trader profesional, karena tidak memanipulasi pasar, dan trader bertransaksi melawan pasar yang sesungguhnya dan bukan melawan broker. Ada beberapa jenis broker Non Dealing Desk, antara lain:

  • ECN Broker. ECN merupakan singkatan dari Electronic Communications Network. ECN Broker tidak hanya memberikan satu penawaran jual / beli, tetapi memberikan penawaran jual / beli dari beberapa market maker atau bank sekaligus (disebut ECN pool). Sehingga trader akan mendapatkan harga jual / beli yang lebih haik. Kerena itu ECN broker mampu menawarkan spread yang sangat kecil, berkisar dari 0,5 – 2 pip. Dengan spread yang sangat rendah, ECN broker paling menarik bila Anda bergaya trading scalper. Selain itu menggunakan ECN, Anda juga bisa bertindak sebagai market maker, dimana order Anda akan mendapatkan penawaran terbaik di harga jual / beli. Namun, dibalik kelebihan ini, ECN broker selalu mensyaratkan minimum deposit yang tinggi.
  • STP Broker (Straight Through Processing). Broker jenis ini menghubungkan nasabah dengan broker lain, biasanya para broker besar (institusi besar) ataupun kepada beberapa broker ECN.
  • DMA Broker (Direct Market Access). Broker jenis mirip dengan ECN, tetapi bedanya broker DMA terikat kontrak dengan suatu institusi tertentu. Biasanya spread yang ditawarkan lebih kecil dari ECN.

3. JUMLAH DEPOSIT MINIMUM

Berapa jumlah deposit minimum untuk membuka akun. Kisaran deposit minimum adalah $1 – $50.000, tergantung kebijakan broker masing-masing. Sesuaikan dengan kekuatan kantong Anda. Biasanya hal ini berkaitan dengan tipe akun yang Anda buka, yaitu:

  • Micro Account. Biasanya deposit minimum berkisar antara 1-100 USD
  • Mini Account. Biasanya deposit minimum antara 25-1.000 USD
  • Standard Account. Deposit minimum berkisar 1.000- 50.000 USD

Beberapa broker memberikan bonus tertentu bila Anda membuka akun atau memasukkan deposit sejumlah nilai tertentu. Janganlah hal ini menjadi acuan pemilihan broker. Bonus ini biasanya kecil dan disertai embel-embel. Misalnya bila melakukan deposit $1000 akan mendapatkan $100. Tapi bonus tidak dapat ditarik selama periode waktu tertentu. Dan bila ditarik pun Anda harus melakukan transaksi minimal sekian lot. Biasanya hal ini dapat menyebabkan Anda bernafsu untuk mengejar bonus dan bertransaksi melebihi kemampuan.

4. PILIHAN CARA DEPOSIT DAN WITHDRAWAL

Karena kita tinggal di Indonesia, tersedianya cara deposit (tambah dana) dan withdrawal (penarikan dana) yang mudah dan murah sangat penting. Saat ini beberapa alternatif cara deposit dan withdrawal yang tersedia antara lain kartu kredit, wire transfer (transfer antar bank) atau menggunakan pihak ketiga (seperti uang digital WebMoney, Moneybookers, Liberty Reserve, atau yang lainnya). Biasanya wire transfer ada banyak hi aya tambahan yang cukup mahal, misalnya ada ongkos untuk hank pengirim (di Indonesia) dan bank penerima (bank di luar negeri misalnya).

5. LEVERAGE

Leverage, seperti telah dijelaskan sebelumnya, adalah kemampuan untuk menggunakan uang Anda lebih besar dari yang sebenarnya. Misalnya broker memberikan leverage 1:100, maka dengan uang atau margin $1000, Anda dapat bertransaksi sampai $1000 x 100 = $100.000. Besarnya leverage ini berbeda┬Čbeda tiap broker. Kisaran leverage dari 1:50 sampai 1:1000. Paling sedikit umumnya memberikan 1:100.

6. TRADING PLATFORM / SOFTWARE TRADING

Perhatikan tradingplatform atau software tradingyangdigunakan. Sekarang ini banyak trader yang menyukai online trading yang mendukung MetaTrader (saat ini sudah versi 5). Software ini bisa diunduh gratis. Software ini menawarkan berbagai fasilitas canggih. Bila tidak mendukung software tersebut, biasanya broker tersebut sudah memiliki software sendiri. Berikut ini adalah panduan dalam memilih platform trading:

  • aAnda bisa memilih platform berbasis web atau software. Kelebihan platform berbasis web adalah Anda bisa trading di mana saj a tanpa perlu menginstall software, tetapi kekurangannya lebih lambat di banding hardware dan lebih kurang aman.
  • Mudah digunakan (user friendly).
  • Software juga harus stabil, tidak sering ngadat apalagi menolak order waktu pasar uang sedang ramai.
  • Software harus cepat, dalam arti eksekusi order harus berlangsung real time, saat itu juga. Penundaan eksekusi order dalam sekian detik saja bisa mengakibatkan Anda mengalami kerugian.
  • Apakah software tersebut memungkinkan untuk digunakannya Application Programming Interface (API). Dengan API Anda akan dapat menggunakan Automated Trading. Ini khusus untuk Anda yang menyukai trading menggunakan robot.
  • Selain itu cek pula apakah Anda membutuhkan layanan-layanan tambahan, seperti Alert, News, Tips dan lain sebagainya.
  • Carilah broker yang memberikan pilihan Virtual Trading atau Practice Trading, supaya Anda bisa belajar lebih dahulu sebelum trading betulan.

7. PILIHAN TRADING

Berapa banyak pasangan mata uang yang diperdagangkan. Apakah mata uang yang ingin Anda perdagangkan tersedia dalam platform trading. Perhatikan pula apakah broker tersebut memiliki pilihan trading lain selain forex, misalnya komoditas seperti minyak, emas, atau indeks seperti Dow Jones, dll.

8. ATURAN TRANSAKSI

Cek berapa minimal uang yang dibutuhkan untuk satu kali transaksi (minimum trade size). Untuk itu Andaperlu mengetahui berapa jumlah minimum lot per kali transaksi.

Jumlah unit dalam transaksi adalah lot. Biasanya 1 lot sama dengan 100.000 unit untuk Standard Account (standard lot), 10.000 unit untuk Mini Account (mini lot), atau 1.000 unit jika Micro Account (micro lot). Misalnya broker mensyaratkan minimum 0,1 lot untuk Micro Account, berarti sekali transaksi adalah 100 unit. Ada juga beberapa broker yang memberikan kebebasan untuk trading dalam jumlah berapa pun, termasuk 1 unit per kali transaksi.

Minimum trade size ini sangat penting bila uang Anda terbatas, atau ingin melakukan manajernen uang dengan lebih bebas. Untuk itu pilihan lot size yang beragam mulai dari yang besar sampai kecil akan semakin baik bila Anda menginginkan kebebasan lebih dalam pengelolaan dana.

Selain itu Anda perlu mencermati adakah batasan lain dalam transaksi, misalnya berapa kali Anda bisa bertransaksi dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Ketahui pula berapa banyak posisi yang bisa dibuka dalam satu waktu. Hal ini akan mempengaruhi gaya trading Anda.

Cari tahu pula teknik trading yang bisa digunakan. Banyak broker melarang gaya trading cepat seperti scalping. Ada juga yang tidak memperbolehkan penggunaan robot trading.

9. KOMISI

Adakah komisi (fee) yang dibebankan untuk setiap transaksi. Saat ini hampir semua online forex broker tidak mengenakan komisi pada setiap transaksi. Mereka mengambil untung dari spread (perbedaan harga beli dan jual). Tetapi ada juga yang masih mengenakan transaksi, terutama untuk transaksi bernilai besar, misalnya $100.000. Biasanya broker yang masih mengenakan komisi memiliki spread yang kecil.

10. BUNGA

Perhatikan apakah modal / margin tidak terpakai, selain yang digunakan untuk transaksi, mendapatkan bunga atau tidak. Beberapa broker mengklaim sebagai moslem friendly broker dengan tidak memberikan bunga atau riba pada margin tidak terpakai. Bila Anda muslim, mungkin hal ini menjadi pertimbangan Anda.

11. SPREAD

Spread adalah perbedaan antara harga jual dan beli mata uang. Misalnya, di EUR/USD tertulis Bid: 1,3200 Offer: 1,3203, spread adalah perbedaan antara 1,3200 dan 1,3203, atau 3 pips. Supaya BEP (break even point), nilai mata uang harus bergerak sebesar spread. Misalnya Anda membuka posisi dengan membeli EUR/ USD di harga Offer yaitu di 1,3203. Maka saat membuka posisi, profit Anda -3 pips. Nah, supaya bisa impas, Anda harus jual di 1,3206.

Nah, dengan pengertian ini, untuk trading semakin kecil spread berarti semakin mudah Anda mencetak keuntungan. Untuk itu pilihlah broker yang menawarkan spread yang kompetitif. Rata-rata broker menawarkan spread 1-8 pips. Jika Anda bisa mendapatkan spread 1-2 pips, itu sudah sangat baik.

Anda juga jangan terkecoh bila ada tawaran spread kecil, karena kadang spread kecil hanya berlaku khusus untuk pasangan mata uang tertentu, yang lainnya spreadnya tetap tinggi.

Ketahui juga apakah spread tersebut tetap atau bisa berubah-ubah. Dalam kondisi market yang sepi atau market yang bergejolak karena ada berita ekonomi kritikal, spread bisa membesar tidak terkira. Bila spread bisa berubah-ubah seperti ini, Anda harus lebih berhati-hati. Efeknya Anda bisa cepat untung besar atau cepat rugi besar.

Kebijakan spread juga bisa berubah dalam hari libur panjang. Di akhir tahun, di saat terdapat hari libur yang panjang, beberapa broker secara otomatis menaikkan spread dan menurunkan leverage. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk menjaga cash flow mereka, karena biasanya pada akhir tahun banyak trader yang menarik dana mereka.

12. SLIPPAGE

Slippage ini secara gampang bisa diartikan sebagai spread ekstra. Hal ini berpengaruh terutama saat Anda menutup posisi secara otomatis. Misalnya Anda menentukan untuk menutup posisi EUR/USD di harga 1.4500. Kemudian tidak disangka pasar bergerak sangat liar di kisaran harga 1.4500. Akibatnya posisi Anda tidak ditutup pas di 1.4500 tetapi kurang lebih. Misalnya di 1.4505 atau 1.4495. Berarti harganya terpeleset (slip) 5 pip. Kadang slippage bisa menguntungkan. Namun, slippage yang terlalu besar bisa mengakibatkan posisi Anda malah merugi atau setidaknya mengurangi keuntungan.

13. CARI TAHU KOMENTAR PENGGUNA SEBELUMNYA

Anda dapat bertanya pengalaman teman yang pemah menggunakan broker tertentu. Alternatif lain Anda juga bisa browsing ke berbagai forum, milis yang membahas tentang forex. Selain itu Anda juga bisa memasukkan keyword “namabroker scam” atau “namabroker problem” di search engine. Bila ternyata broker tersebut ternyata nakal atau bodong, pasti akan banyak tulisan-tulisan tentang hal tersebut di internet.